Minggu, 08 November 2009

Rahasia Hati (Bagian 2)



Tak pelak, rencana kepergian Wiwiek kali ini, membuat Hera seperti kehilangan sandaran.

"Kalo itu yang terbaik buat kamu, Wiek! Aku nggak mungkin egois dengan melarang kamu." Hera pasrah akhirnya.

Wiwiek memang pernah menolak ajakan mamanya saat pertama papanya termutasi ke Tarakan, dengan alasan berat berpisah dengan teman-temannya di Makassar, tapi kini...? Hera harus ngerti, jika perceraian mama dan papanya membuat dia sedih, tentu Wiwiek akan mengalami juga kesedihan itu karena hidup terpisah dari orangtuanya.

"Jarak bukan pemisah persahabatan kita kan?"

Kamis, 05 November 2009

Rahasia Hati (Bagian 1)

"Kita temenan!"
"Sobatan!"
"Sahabat sejati!"
"Sahabat sejati itu mengunci mulut rapat-rapat untuk rahasia sahabatnya. Karenanya, tak ada keraguan untuk tertawa bersama saat terbawa bahagia dan tak ada keraguan untuk menangis padanya saat didera derita." Serempak!

Dian, Wiwiek, dan Hera, sepakat menjaga kesejatian yang mereka janjikan bersama. Janji itu terucap bukan di saat pertama mereka bertemu, tapi setelah lama berteman, lalu merasa kompak, dan merasa ada kesamaan dalam kebersamaannya selama ini.

Kebersamaan itu telah berjalan dua tahun. Janji sahabat sejati itu tak ternoda oleh ingkar, meski kini terancam putus oleh jarak.

"Kamu serius, Wiek?"

Sabtu, 21 Februari 2009

Posting Pertama

Silahkan Anda curahkan cerita di sini.

Blog ini masih baru. Sehingga masih belum ada artikel sama sekali...